Tips Menjadi Jurnalis Travel Profesional

freelancer-relaxing-by-a-beach-life-is-good-370x200

Jurnalis Travel

Jurnalisme adalah kegiatan mencari, membuat, dan menyampaikan informasi yang terdiri dari bidang yang sangat beragam, dimana kamu sebagai jurnalis akan bekerja dalam berbagai bidang. Misalnya, kamu awalnya adalah jurnalis bidang ekonomi, kemudian kamu bisa saja dipindah ke bidang olahraga, kesehatan, politik atau travel, dan di setiap bidang tersebut memiliki tantangan dan kelebihan masing-masing, sehingga kamu diharuskan memiliki fisik dan mental yang kuat serta kemampuan beradaptasi yang baik terhadap kondisi yang disajikan pada setiap waktu yang berbeda.

Di kesempatan kali ini, Journalind akan memberikan tips bagaimana menjadi seorang jurnalis travel profesional.

  • Pertama, melakukan riset/desk research. Riset adalah PR seorang jurnalis yang hendak terjun ke lapangan apapun bidang yang sedang dijalankan. Sebelum liputan, lakukan riset terlebih dahulu untuk membuat liputanmu lebih efisien. Riset membantu memberikan gambaran akan tempat destinasimu, apa saja yang akan kamu temui, sehingga kamu tahu apa saja yang harus dipersiapkan. Datang tanpa hasil riset akan membuat perjalanan kamu sia-sia.
  • Kedua, susun agenda. Sama seperti riset, menyusun agenda liputan juga harus dikerjakan sebelum turun ke lapangan. Agenda liputan adalah susunan rencana kegiatanmu selama liputan, yang dibuat berdasarkan outline tulisan. Destinasi tempat yang dituju tentu saja memiliki banyak hal menarik yang perlu dieksplorasi satu per satu, mulai dari kuliner, masyarakat, dan budaya lokal lainnya. Agenda itu akan membantumu untuk mencapai efisiensi waktu peliputan.
  • Ketiga, berlatih berkisah melalui tulisan. Tujuan seseorang membaca artikel travel tidak hanya untuk sekedar mencari informasi mengenai fakta yang sudah ada, seperti lokasi, kuliner khas, dan sebagainya, tetapi lebih kepada cerita bagaimana perjalanan tersebut. Pastikan tulisanmu berisi kisah dengan memberikan kesan tersendiri sehingga pembaca semakin tertarik untuk melakukan travelling dari membaca tulisanmu itu.
  • Keempat, perluas comfort zone. Seorang jurnalis travel harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Keharusannya untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang bisa saja memiliki perbedaan drastis (misalnya, dari pantai ke hutan terpencil) adalah satu tantangan yang pasti ditemui oleh seorang jurnalis travel. Untuk itu, seorang jurnalis travel harus memperluas zona nyamannya yang memungkinkannya untuk cepat beradaptasi.

 

Penulis: Zunvindri

Advertisements

One thought on “Tips Menjadi Jurnalis Travel Profesional

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s